Pengurus PMI Sumut Dilantik

Medan, (Analisa). Wakil Presiden Republik Indonesia, se­kal­igus Ketua palang Merah Indonesia (PMI), Muhammad Jusuf Kalla mem­be­rikan apresiasi tinggi atas kinerja pengurus Pa­lang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara.

Menurutnya, selama lima tahun PMI Su­mut berjalan di bawah kepemimpinan Rah­mat Shah, banyak perubahan dan ke­majuan yang telah dihasilkan.

“Lima tahun lalu saat datang ke Medan, saya sempat bertanya kepada beliau (Rah­mat Shah), kenapa masih banyak orang Me­dan yang berdarah Surabaya. Ini Medan Bung, mana darahnya anak Medan?” ung­kap Jusuf Kalla usai melantik pengurus PMI Sumut periode 2016-2021, sekaligus meresmikan gedung markas PMI Sumut dan UTD PMI Medan, Sabtu, (30/7) siang.

Ternyata, PMI Sumut mampu menjawab keraguan banyak pihak dengan menyiapkan stok darah yang mampu menyuplai ke seluruh daerah di Sumut. Kini, Sumut tak perlu lagi meminta darah dari luar. “Kita bangga dengan hasil ini,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah dari para tamu yang hadir.

Bahkan, dia juga tak canggung menye­but­kan PMI Sumut saat ini adalah salah satu yang terbaik di Indonesia. Bahkan, ham­pir menyerupai Surabaya yang telah ber­kembang dan maju sejak lama.

Untuk itu, dia berpesan agar pengurusan yang baru dan tetap di bawah kepemimpinan Rah­mat Shah agar terus menjaga kekom­pa­kan sesama pengurus.

“Selain itu selalu berkoordinasi dengan 32 kabupaten yang ada, termasuk Kota Medan sebagai lokasi markasnya PMI Su­mut,” harapnya.

Sementara itu, Rahmat Shah dalam la­porannya menerangkan, berdirinya gedung baru markas PMI Sumut saat ini tak lain ka­rena perhatian dan kepedulian dari ber­bagai pihak termasuk para donatur.

“Saat malam penggalangan dana pemba­ngu­nan gedung markas PMI

beberapa waktu lalu, ada 600 pengusaha di Sumut yang hadir dan di antaranya ikut meng­galang dana demi realisasi pem­ba­ngunan gedung. Bahkan, malam itu Bapak Jusuf Kalla juga hadir dan ikut menyerahkan bantuan senilai RP1 miliar,” sebutnya.

Tingginya animo dan perhatian ma­sya­ra­­kat dan donatur dalam mewujudkan pem­­ba­ngunan gedung markas PMI Su­mut, ada­lah bukti jika masyarakat Sumut masih me­miliki sisi kemanusiaan yang tinggi.

“Karena kita sadari bahwa keberadaan PMI berangkat dari rasa empati dan peduli ter­hadap kepentingan manusia.

Tak hanya dalam hal penyediaan darah saja, namun sisi kemanusiaan lainnya seperti membantu pe­ngungsi, hingga membantu menye­le­saiakan persoalan yang ada di tengah-tengah ma­syarakat,” te­rangnya.

Untuk itu dirinya tetap mengharapkan datangnya dukungan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan itu juga, Rahmat Shah sempat menyingung bagaimana dulunya PMI Sumut dipandang sebelah mata. Selain minimnya ketersediaan stok darah masyara­kat juga masih pesimis dengan PMI karena banyaknya para mafia darah.

“Tapi kini semuanya sudah berubah. Awalnya kita hanya memiliki 1 atau 2 stok darah per-harinya,  tapi sekarang PMI Sumut sudah mampu menghasilkan 1000 kantung darah per-harinya. Semua itu bisa terjadi ber­kat terjalinnya kerja sama dengan ber­bagai institusi, baik Pori, TNI, universitas dan lembaga kemanusiaan lainnya,” te­rangnya.

Sebelumnya, H Rahmat Shah kembali men­dapatkan kepercayaan memimpin PMI Sumut periode 2016-2021.

Rahmat Shah terpilih secara aklamasi da­lam Musyawarah Provinsi (Musprov) PMI Sumut ke-10 yang digelar di The Le­gend Hall ‘Rahmat’ International Wil­dl­ife Museum & Gallery Jalan S Par­man Medan, Sabtu dan Minggu (21-22/5) lalu.

Dalam pelantikan itu turut dihadiri Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuriadi, Walikota Medan Dzulmi Eldin, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, Prof Darma­yanti Lubis, Ketua PMI Medan Musa Ra­jek­shah, Pangdam I/BB dan lainnya.

Rate this article!

Related Posts